Rumah Warga di Desa Sambahule Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah.

Rumah milik Ali Takdir di Dusun II, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, hangus terbakar saat ditinggal pemiliknya ke bengkel. Seluruh harta benda musnah, sementara penyebab kebakaran masih menunggu penyelidikan pihak berwenang.

banner 120x600

KONAWE SELATAN, POROSSULTRA – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik Ali Takdir di Dusun II, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 15.10 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan beserta isinya ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POROSSULTRA dari sumber di lokasi kejadian, sebelum kebakaran terjadi Ali Takdir baru saja selesai menggoreng pisang menggunakan kompor gas. Menurut pengakuannya, kompor tersebut telah dipastikan dalam keadaan mati sebelum ia berangkat ke bengkel bersama anaknya untuk memperbaiki sepeda motor. Saat itu, rumah dalam keadaan kosong.

Sekitar 30 menit kemudian, Ali Takdir menerima telepon dari seorang tetangga yang mengabarkan adanya kepulan asap dari rumahnya. Mendengar kabar tersebut, ia bersama anaknya segera kembali ke rumah. Namun setibanya di lokasi, kobaran api telah membesar dan melahap hampir seluruh bangunan.

Besarnya kobaran api membuat warga kesulitan melakukan penyelamatan barang-barang milik korban. Seluruh perabot rumah tangga, pakaian, dokumen penting, perlengkapan sekolah anak, hingga kebutuhan sehari-hari hangus dilalap si jago merah. Tidak satu pun harta benda berhasil diselamatkan.

Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran. Namun, saat armada pemadam tiba di lokasi, kobaran api telah menguasai bangunan sehingga rumah beserta seluruh isinya tidak lagi dapat diselamatkan.

Ali Takdir diketahui tinggal bersama istrinya, Neni Astrianingsih, serta dua orang anak mereka yang masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Beruntung, seluruh anggota keluarga berada di luar rumah sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus menginventarisasi total kerugian yang dialami korban.

Pasca musibah tersebut, keluarga Ali Takdir sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kebutuhan yang paling mendesak meliputi bahan kebutuhan pokok (sembako), pakaian sekolah bagi kedua anak korban, pakaian harian, selimut, kompor beserta tabung gas, peralatan dapur, tempat penampungan air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya.

Musibah ini menjadi duka bagi masyarakat Desa Sambahule. Uluran tangan dari pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan para dermawan diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban yang kini harus memulai kembali kehidupan mereka dari awal.

POROSSULTRA akan terus mengikuti perkembangan peristiwa ini dan memperbarui informasi apabila telah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, pemerintah desa, maupun instansi terkait mengenai penyebab kebakaran dan penanganan terhadap keluarga korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
+ 3 = 11