Kontribusi Desa Tertinggi, Hadiah Juara PORKAM Buke Malah Terjun Bebas: Atlet Kecewa dan Pertanyakan Panitia.

Hangus badan, hadiahnya begini ji.” Pemain juara meluapkan kekecewaan di media sosial, menilai penghargaan tak sebanding dengan perjuangan dan mempertanyakan transparansi anggaran PORKAM Buke.

banner 120x600

KONAWE SELATAN – Penyerahan hadiah kepada para juara Pekan Olahraga Kecamatan (PORKAM) Buke Tahun 2026 menuai sorotan. Sejumlah pemain sepak bola dan bola voli yang berhasil meraih juara meluapkan kekecewaan mereka melalui unggahan di media sosial FB.

Kekecewaan tersebut mencuat setelah panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang dalam rangkaian penutupan PORKAM Buke yang digelar di Lapangan Pondondo, Kecamatan Buke, Kamis malam, 3 September 2026, sekitar pukul 19.00 WITA.

Sejumlah caption yang diunggah para pemain menggambarkan rasa kecewa terhadap hadiah yang mereka terima. Mereka menilai nominal hadiah tersebut tidak sebanding dengan perjuangan, tenaga, dan waktu yang telah dikeluarkan selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

“Mengerikan sekali ini hadiah juara satu. Sangat miris, lebih banyak uang jajan anak,” tulis salah seorang pemain.

Unggahan lainnya bahkan menyebut hadiah tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi para atlet.

“Tidak sesuai ekspektasi, sangat mengecewakan. Sa pusing saya, perlu dipertanyakan,” tulis pemain lainnya.

Ada pula yang menyampaikan kekecewaannya dengan nada satir. “Hangus badan, hadiahnya begini ji,” tulis salah seorang atlet, merujuk pada perjuangan para pemain selama pertandingan.

Bahkan, muncul pula komentar yang menyebut kondisi tersebut dapat memengaruhi semangat pemain dalam menghadapi pelaksanaan PORKAM berikutnya.

“Maumi pata pemain baru, hadiahnya sangat wow,” tulis salah satu unggahan dengan nada kecewa.

Sorotan terhadap hadiah juara ini menjadi perhatian karena, menurut sejumlah peserta, kontribusi dari desa-desa pada pelaksanaan perayaan HUT ke-81 RI tahun ini disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Namun, hadiah yang diterima para juara justru dinilai mengalami penurunan drastis atau “terjun bebas”.

Para atlet mempertanyakan pengelolaan anggaran kegiatan dan berharap panitia dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada seluruh peserta dan masyarakat. Bagi mereka, persoalan ini bukan semata-mata soal besar kecilnya nominal hadiah, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap jerih payah atlet yang telah berjuang membawa nama desa masing-masing.

Selama pelaksanaan PORKAM, para pemain telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan sebagian harus meninggalkan aktivitas dan pekerjaan demi mengikuti pertandingan. Karena itu, hadiah bagi para juara dinilai menjadi salah satu bentuk apresiasi atas perjuangan tersebut.

Polemik hadiah juara PORKAM Buke ini diharapkan tidak berhenti pada unggahan kekecewaan para atlet di media sosial. Panitia dan pihak terkait perlu memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai penggunaan anggaran kegiatan, termasuk sumber dana dan mekanisme penetapan hadiah bagi para pemenang.

Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Lebih dari itu, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar pelaksanaan pekan olahraga di masa mendatang benar-benar mampu memberikan penghargaan yang layak kepada para atlet yang telah berjuang, sekaligus menjaga semangat dan kepercayaan desa-desa untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan tingkat kecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
11 + = 13