porossultra.web.id— Spanyol kembali mengirim pesan keras kepada dunia sepak bola. Menghadapi Kroasia dalam lanjutan UEFA Nations League di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Sevilla, Selasa (29/9/2026), La Roja menang telak 4-1 sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 40 pertandingan beruntun.
Bukan sekadar menang, Spanyol melakukannya dengan cara yang membuat lawan sulit bernapas. Lamine Yamal menjadi pusat perhatian setelah mencetak dua gol dan turut berkontribusi dalam terciptanya gol Marc Pubill. Nico Williams kemudian menutup pesta dengan gol keempat.
Pertandingan bahkan baru berjalan dua menit ketika Yamal sudah membungkam pertahanan Kroasia. Pemain muda itu menerima umpan Álex Baena dan melepaskan penyelesaian akurat yang membawa Spanyol unggul cepat.
Kroasia sempat memberikan perlawanan. Dion Beljo menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui sundulan setelah menerima umpan silang Ivan Perišić.
Namun, respons Spanyol datang hanya tiga menit kemudian.
Yamal kembali menjadi ancaman dan memberikan umpan yang diselesaikan Marc Pubill untuk membawa Spanyol kembali unggul 2-1. Setelah jeda, dominasi La Roja kembali terlihat. Pada menit ke-63, Yamal mencetak gol keduanya setelah menerima umpan Pedri.
Nico Williams kemudian mengakhiri perlawanan Kroasia pada menit ke-88 dengan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 4-1.
40 LAGA, 31 KEMENANGAN
Kemenangan atas Kroasia bukan hanya tambahan tiga poin. Hasil tersebut membawa Spanyol mencapai 40 pertandingan tanpa kekalahan, dengan catatan 31 kemenangan dan sembilan hasil imbang dalam rangkaian tersebut. Catatan itu menjadi salah satu rekor tak terkalahkan terpanjang yang pernah dicatat tim nasional Eropa.
Lebih menarik lagi, kemenangan ini datang hanya beberapa hari setelah Spanyol menundukkan Inggris 3-2 di Wembley. Artinya, dalam dua pertandingan awal Nations League, La Roja sudah mengalahkan dua lawan berat.
Spanyol juga mengawali kampanye Nations League dengan enam poin dari dua pertandingan dan memimpin persaingan di Grup A3.
YAMAL DAN GENERASI YANG MENOLAK TAKUT
Jika ada satu nama yang paling mencolok dari kemenangan tersebut, jawabannya adalah Lamine Yamal.
Dua gol dan satu assist membuat pemain muda itu kembali menjadi pembeda. Statistik pertandingan menunjukkan Yamal juga menjadi salah satu pemain paling aktif dalam menciptakan peluang dan melakukan penetrasi di sepertiga akhir lapangan.
Yang membuat Spanyol semakin mengkhawatirkan bagi para pesaing bukan hanya keberadaan Yamal. Mereka memiliki kedalaman skuad, kontrol permainan, serta sejumlah pemain muda yang mampu tampil dalam pertandingan besar.
Bahkan ketika Kroasia berhasil menyamakan kedudukan, Spanyol tidak terlihat panik. Mereka justru merespons dengan gol dan kembali mengambil kendali pertandingan.
JUARA DUNIA, LALU MENGAPA HARUS TAKUT?
Pertandingan melawan Kroasia juga menjadi laga kandang pertama Spanyol setelah mereka mengangkat trofi Piala Dunia pada musim panas 2026. Trofi tersebut dipertontonkan kepada publik Sevilla sebelum pertandingan dimulai.
Namun La Roja tampaknya tidak datang hanya untuk merayakan masa lalu.
Mereka datang untuk menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut belum selesai.
Kemenangan 4-1 atas Kroasia memperlihatkan sebuah paradoks bagi para pesaing Spanyol: setelah menjadi juara dunia, mereka justru semakin sulit dijatuhkan.
Empat puluh pertandingan tanpa kekalahan kini menjadi angka yang berbicara sendiri.
Dan jika para pesaing berharap era dominasi Spanyol segera berakhir, penampilan di Sevilla justru memberikan pesan sebaliknya: La Roja belum menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti.














