Persiapan KKA Agustus 2026, Pimpinan IAI Rawa Aopa Rampungkan Survei Lokasi di Bombana dan Konsel.

Pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Mahasiswa yang memenuhi persyaratan diimbau segera menyelesaikan registrasi sebagai dasar pemetaan kelompok dan lokasi pengabdian masyarakat.

banner 120x600

POROSSULTRA|ANDOOLO – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Tahun Akademik 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Salah satu tahapan penting yang telah dirampungkan adalah survei lokasi pengabdian di sejumlah wilayah Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

Seiring dengan penetapan jadwal pelaksanaan, pihak kampus juga mengimbau seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik agar segera menyelesaikan proses registrasi administrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan pemetaan jumlah peserta, pembentukan kelompok, serta penentuan lokasi penempatan KKA.

Survei lapangan dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) dengan melibatkan Rektor IAI Rawa Aopa Dr. Basrin Melamba, M.A., Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Al Asri, M.Si., Wakil Rektor Ismail Suardi Wekke, Ph.D., beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik yang diproyeksikan menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa registrasi mahasiswa menjadi tahapan yang sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan KKA.

“Kami meminta seluruh mahasiswa peserta KKA untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang ditetapkan agar pemetaan kelompok dan penempatan lokasi berjalan optimal,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan survei.

Menurutnya, KKA merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan riil masyarakat.

“KKA bukan sekadar pemenuhan SKS formal, melainkan ruang pembuktian kepedulian sosial dan integrasi keilmuan civitas akademika IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, survei lokasi dilakukan untuk memetakan potensi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah sasaran. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja mahasiswa agar lebih tepat sasaran, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, KKA tahun ini akan mengedepankan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan tata kelola desa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya program-program pengabdian yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap pelaksanaan KKA Tahun Akademik 2026/2027 dapat berlangsung lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Bombana maupun Kabupaten Konawe Selatan. Pihak kampus kembali mengingatkan seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat agar segera menyelesaikan registrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sehingga seluruh tahapan pembagian kelompok, penempatan lokasi, hingga pelaksanaan program pengabdian dapat berjalan lancar sesuai rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
− 2 = 4