KONAWE SELATAN,– Transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya berbicara tentang perubahan status kelembagaan. Mutu akademik dan tata kelola menjadi fondasi penting untuk memastikan perubahan institusi benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan.
Hal itu mengemuka dalam kuliah umum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang digelar di Auditorium Al Asri, Sabtu (19/9/2026).
Kuliah umum menghadirkan Dr. KH. Nur Taufik Sanusi, M.Ag., Sekretaris Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Mengusung tema “Transformasi Institusi dan Mutu Akademik” dengan subtema “Meneguhkan Budaya Mutu dan Tata Kelola Sehat Menuju Universitas Islam yang Berdaya Saing”, kegiatan tersebut diikuti pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa lama serta mahasiswa baru Tahun Akademik 2026.
Dalam paparannya, Nur Taufik menekankan bahwa transformasi institusi bukan sekadar perubahan status atau kelembagaan.
Menurutnya, penguatan budaya mutu, tata kelola, sumber daya manusia dan kualitas proses akademik menjadi bagian penting untuk membangun perguruan tinggi Islam yang berdaya saing.
Kehadiran Sekretaris Kopertais Wilayah VIII menjadi ruang bagi civitas akademika IAI Rawa Aopa untuk memperkuat pemahaman mengenai arah pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam sekaligus membangun komitmen terhadap peningkatan mutu.
Kuliah umum tersebut pun menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa untuk memperkuat budaya mutu sebagai bagian dari proses transformasi institusi yang berkelanjutan.
Sebab, cita-cita menuju universitas Islam yang berdaya saing pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh perubahan kelembagaan, tetapi oleh kualitas akademik, tata kelola, dan budaya mutu yang dibangun di dalamnya.














