Berita  

Muktamar Al Washliyah 2026 Ditutup: Pimpinan IAI Rawa Aopa Apresiasi Ketum Terpilih.

KH Dr. Masyhuril Khamis, M.M. kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Al Jam'iyatul Al Washliyah periode 2026–2031. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengucapkan selamat sekaligus berharap kepemimpinan baru memperkuat sinergi pendidikan, dakwah, dan kemajuan umat.

banner 120x600

Jakarta Timur|porossultra.web.id– Muktamar Al Jam’iyatul Al Washliyah resmi ditutup pada Kamis malam, 9 Juli 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut menandai babak baru kepemimpinan Al Washliyah setelah KH Dr. Masyhuril Khamis, M.M. kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Al Washliyah untuk masa bakti 2026–2031.

Penutupan muktamar berlangsung khidmat dan menjadi puncak dari rangkaian sidang yang diikuti para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Terpilihnya kembali KH Dr. Masyhuril Khamis secara aklamasi mencerminkan kuatnya kepercayaan peserta muktamar terhadap kepemimpinannya dalam melanjutkan penguatan organisasi, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat di tengah tantangan zaman.

Pasca-terpilihnya Ketua Umum yang baru, berbagai ucapan selamat dan harapan mengalir dari berbagai tokoh, akademisi, dan praktisi pendidikan. Salah satunya datang dari Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung mengikuti rangkaian penutupan muktamar.

Ismail menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Muktamar Al Washliyah 2026 yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting bagi Al Washliyah untuk semakin memperkuat kontribusinya dalam bidang pendidikan, dakwah, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Kami bersama seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan mengucapkan selamat bekerja kepada KH Dr. Masyhuril Khamis, M.M. atas amanah yang kembali diberikan sebagai Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Al Washliyah periode 2026–2031. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian demi kemajuan umat, bangsa, serta penguatan pendidikan Islam di Indonesia,” ujar Ismail di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (9/7/2026).

Lebih lanjut, Ismail menyatakan kesiapan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperkuat sinergi dengan PB Al Washliyah dalam berbagai program strategis. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan Islam sangat penting dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing global.

Ia menambahkan, sinergi tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kader, serta implementasi program-program strategis hasil muktamar hingga ke daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, tantangan keumatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat persatuan umat.

“Dunia pendidikan dan organisasi Islam harus berjalan beriringan. Kami optimistis di bawah kepemimpinan KH Dr. Masyhuril Khamis, Al Washliyah akan semakin progresif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperluas kontribusinya bagi kemajuan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Penutupan Muktamar Al Jam’iyatul Al Washliyah 2026 menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru PB Al Washliyah periode 2026–2031. Acara yang berakhir menjelang tengah malam itu ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan bagi kepemimpinan baru, kemajuan organisasi, serta keselamatan bangsa dan negara.

Dengan kepemimpinan yang kembali dipercaya kepada KH Dr. Masyhuril Khamis, Al Jam’iyatul Al Washliyah diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam memajukan pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
22 − = 12