Berita  

HMJ-HTN IAI Rawa Aopa Matangkan Persiapan LKMM 2026, Perkuat Kaderisasi dan Kepemimpinan Mahasiswa.

Rapat kepengurusan di Wiskul Pelataran Andoolo membahas pembentukan panitia, penyusunan materi, dan strategi mencetak kader Hukum Tata Negara yang berintegritas serta berjiwa kepemimpinan.

banner 120x600

KONAWE SELATAN, SULTRA — Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat kepengurusan yang digelar di kawasan Wisata Kuliner (Wiskul) Pelataran Andoolo, Konawe Selatan, Minggu (18/10/2026).

Rapat yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu menjadi momentum konsolidasi internal untuk memperkuat kesiapan organisasi dalam menyelenggarakan salah satu agenda kaderisasi penting bagi mahasiswa Hukum Tata Negara.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum HMJ-HTN Hendarwan Sepriady, Sekretaris Umum Yusdar, Dewan Penasihat HMJ-HTN Andriawan Polingai, serta jajaran pengurus HMJ-HTN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriady, mengatakan LKMM tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, kemampuan manajerial, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa.

“LKMM ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah kawah candradimuka untuk melahirkan kader-kader pemimpin HTN yang memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan pemahaman ideologi ke-HTN-an yang kuat. Kita ingin mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam organisasi,” tegas Hendarwan.

Menurutnya, persiapan yang matang dan keterlibatan aktif seluruh pengurus menjadi faktor penting agar LKMM mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas mahasiswa.

Bahas Kepanitiaan hingga Materi Kepemimpinan

Sekretaris Umum HMJ-HTN, Yusdar, menjelaskan bahwa rapat membahas sejumlah aspek teknis pelaksanaan LKMM, mulai dari pembentukan struktur kepanitiaan, penyusunan materi, penjadwalan kegiatan, hingga strategi perekrutan peserta dari kalangan mahasiswa baru dan mahasiswa semester awal jurusan Hukum Tata Negara.

“Kami targetkan LKMM tahun ini diikuti oleh seluruh kader potensial HTN. Ada beberapa materi kunci yang akan kami hadirkan, mulai dari ke-HTN-an, manajemen aksi, administrasi organisasi, public speaking, hingga kepemimpinan profetik,” ujar Yusdar.

Materi tersebut diharapkan dapat membekali peserta dengan pemahaman mengenai organisasi, keterampilan komunikasi, kemampuan mengelola kegiatan, serta kesadaran terhadap tanggung jawab mahasiswa dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Sementara itu, Dewan Penasihat HMJ-HTN, Andriawan Polingai, mengapresiasi kekompakan pengurus dalam mempersiapkan agenda kaderisasi tersebut.

Ia menilai HMJ-HTN perlu terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran intelektual yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, memahami konstitusi, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan hukum serta ketatanegaraan.

“HMJ-HTN harus menjadi rumah besar bagi mahasiswa Hukum Tata Negara untuk belajar berdemokrasi, berargumen secara konstitusional, dan peka terhadap isu-isu Hak Asasi Manusia dan ketatanegaraan, termasuk isu-isu lokal di Konawe Selatan,” ungkap Andriawan.

Ia juga menilai pemilihan Wiskul Pelataran Andoolo sebagai lokasi rapat menghadirkan ruang interaksi yang lebih terbuka. Menurutnya, organisasi mahasiswa dapat memanfaatkan ruang publik untuk membangun komunikasi dan memperluas kedekatan dengan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Bagi Andriawan, aktivitas organisasi tidak semestinya hanya berpusat pada kegiatan formal di lingkungan kampus. Mahasiswa juga perlu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan nyata, dan mengembangkan kepekaan sosial sebagai bagian dari proses pembelajaran.

LKMM Ditargetkan Terlaksana Akhir 2026

Setelah berlangsung sekitar dua jam, rapat menghasilkan sejumlah keputusan awal sebagai dasar persiapan LKMM HMJ-HTN 2026.

Keputusan tersebut meliputi pembentukan panitia pelaksana, penetapan rencana waktu pelaksanaan pada akhir 2026, penyusunan rancangan materi dan pemateri dengan melibatkan akademisi, praktisi hukum, serta alumni HTN, dan penguatan koordinasi antardivisi dalam kepengurusan.

Hasil rapat tersebut selanjutnya menjadi landasan bagi pengurus untuk menindaklanjuti persiapan secara terstruktur, termasuk mematangkan konsep kegiatan dan memastikan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan.

Seluruh pengurus yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung agenda tersebut. Mereka berharap LKMM 2026 tidak hanya menjadi kegiatan rutin organisasi, tetapi juga menghasilkan kader yang mampu bekerja secara kolektif, berpikir kritis, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi.

Melalui persiapan ini, HMJ-HTN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkuat proses regenerasi kepemimpinan sekaligus membangun tradisi organisasi yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan intelektualitas mahasiswa.

Rapat ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi santai antar pengurus di Wiskul Pelataran Andoolo. Suasana tersebut menjadi penutup konsolidasi sekaligus mempererat kebersamaan pengurus dalam menyongsong pelaksanaan LKMM 2026.

 

Editor: Ewan La Roja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
90 − 89 =