Berita  

Keluarga Pasien Minta Penjelasan Pihak RSU Konawe Selatan Terkait Pembengkakan Tangan Saat Dirawat.

Setelah menjalani perawatan selama lebih dari satu minggu di RSU Kabupaten Konawe Selatan, tangan pasien Inisial (F) mengalami pembengkakan. Keluarga meminta penjelasan rumah sakit terkait penyebab kondisi tersebut setelah hasil pemeriksaan di dua rumah sakit rujukan berbeda dengan diagnosis awal yang diterima pasien.

banner 120x600

KONAWE SELATAN, POROSSULTRA – Keluarga pasien meminta penjelasan dari RSU Kabupaten Konawe Selatan terkait pembengkakan pada tangan pasien yang muncul saat menjalani perawatan. Selain itu, keluarga juga menyoroti adanya perbedaan hasil diagnosis antara RSU Kabupaten Konawe Selatan dengan dua rumah sakit rujukan di Kota Kendari.

Adrian Manus, anak tiri pasien, saat dihubungi Porossultra melalui sambungan telepon, mengatakan F masuk ke RSU Kabupaten Konawe Selatan sekitar 23 Juli 2026 setelah mengalami keluhan kesehatan. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien didiagnosis menderita batu ginjal dan menjalani perawatan selama lebih dari satu minggu.

Menurut Adrian, karena kondisi pasien terus memburuk, pihak RSU Kabupaten Konawe Selatan kemudian merujuk F ke RSU Dewi Sartika Kendari untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Di RSU Dewi Sartika, pasien kembali menjalani pemeriksaan dan perawatan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Oputa Yi Koo Kendari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan Adrian, hasil pemeriksaan di RSU Dewi Sartika maupun RS Oputa Yi Koo menunjukkan bahwa pasien tidak didiagnosis menderita batu ginjal sebagaimana diagnosis awal yang diterima saat menjalani perawatan di RSU  Kabupaten Konawe Selatan.

“Hasil pemeriksaan di RS Oputa Yi Koo juga menunjukkan tidak ada batu ginjal. Menurut penjelasan yang kami terima dari salah seorang perawat di RS Oputa Yi Koo, pembengkakan tangan orang tua saya diduga berkaitan dengan pemasangan infus saat menjalani perawatan di rumah sakit RSU Konawe Selatan. Karena itu kami berharap pihak RSU Konawe Selatan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pembengkakan tersebut,” kata Adrian.

Menurut Adrian, informasi mengenai dugaan keterkaitan pembengkakan dengan pemasangan infus diperoleh keluarga dari penjelasan salah seorang perawat di RS Oputa Yi Koo. Namun, informasi tersebut belum menjadi keterangan resmi dari pihak RS Kabupaten Konawe Selatan.

Adrian menegaskan, keluarga tidak bermaksud menyimpulkan telah terjadi kesalahan medis. Menurutnya, keluarga hanya menginginkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab pembengkakan tangan pasien yang muncul selama menjalani perawatan.

“Kami hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan berharap rumah sakit memberikan penjelasan secara terbuka. Kami tidak ingin menyimpulkan sesuatu sebelum ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit,” tutur Adrian.

Seluruh kronologi dalam berita ini merupakan keterangan yang disampaikan keluarga pasien kepada Porossultra dan masih menunggu penjelasan resmi dari pihak RSU Kabupaten Konawe Selatan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Porossultra telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Seksi Keperawatan RSU Kabupaten Konawe Selatan melalui pesan WhatsApp terkait keluhan yang disampaikan keluarga pasien.

Kepala Seksi Keperawatan RSU Kabupaten Konawe Selatan telah merespons pesan konfirmasi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan penjelasan substantif terkait persoalan tersebut. Dengan demikian penyebab pembengkakan pada tangan pasien belum dapat dipastikan karena masih menunggu penjelasan resmi dari pihak RSU Kabupaten Konawe Selatan.

Redaksi Porossultra tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak RSU Kabupaten Konawe Selatan. Apabila rumah sakit memberikan klarifikasi resmi, redaksi akan memuatnya dalam pemberitaan lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
− 2 = 2