Berita  

Lamine Yamal Tak Terhentikan! Pecahkan Rekor Piala Dunia 2026, Antar Spanyol Singkirkan Belgia.

Meski tak mencetak gol, winger berusia 18 tahun itu menjadi aktor utama kemenangan dramatis Spanyol 2-1 atas Belgia. Berdasarkan data Squawka yang dikutip Yahoo Sports, Yamal menjadi pemain pertama di Piala Dunia 2026 yang berhasil menyelesaikan 20 kali take-on (aksi melewati lawan) dalam satu pertandingan.

banner 120x600

Konawe Selatan|porossultra.web.id – Timnas Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final. La Roja unggul lebih dulu melalui Fabián Ruiz sebelum Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan. Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino kembali muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan pada menit ke-88 yang mengantarkan Spanyol bertemu Prancis di semifinal.

Di balik kemenangan dramatis tersebut, sorotan utama justru tertuju kepada Lamine Yamal. Winger berusia 18 tahun itu memang tidak mencetak gol maupun assist, tetapi menjadi pusat permainan sekaligus sumber ancaman terbesar bagi lini pertahanan Belgia sepanjang 90 menit.

Yamal tampil luar biasa dengan melepaskan  6 tembakan, mencatatkan 12 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, 4 dribel sukses, serta memenangkan 9 duel. Dari 46 operan yang dilepaskannya, 39 berhasil mencapai sasaran atau memiliki akurasi sebesar 85 persen. Seluruh umpan jauhnya juga sukses mencapai rekan setim dengan akurasi sempurna 100 persen. Selain itu, ia membukukan 80 sentuhan bola dan mengirimkan 7 umpan silang yang terus mengancam pertahanan Belgia.

Catatan yang paling mencuri perhatian adalah keberhasilannya 20 kali melewati pemain lawan (take-on). Berdasarkan data Squawka yang kemudian dikutip Yahoo Sports, Yamal menjadi pemain pertama di Piala Dunia 2026 yang berhasil menyelesaikan 20 kali take-on dalam pertandingan. Torehan tersebut menjadi bukti nyata betapa sulitnya para pemain Belgia menghentikan pergerakan sang winger muda.

Hampir setiap kali menguasai bola, Yamal mampu memaksa 2 hingga 3 pemain Belgia untuk menutup ruang geraknya. Kecepatan, kelincahan, serta keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuat pertahanan Belgia berkali-kali kehilangan keseimbangan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk membangun serangan.

Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, pengaruh Yamal terhadap permainan Spanyol sangat besar. Penampilan impresifnya bahkan mengantarkannya terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan (Player of the Match), sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di Piala Dunia 2026.

Kemenangan atas Belgia juga mengantar Spanyol kembali ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2010, saat La Roja akhirnya keluar sebagai juara dunia. Kini, tantangan berikutnya telah menanti. Spanyol akan menghadapi Prancis dalam duel akbar yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik di turnamen ini.

Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Lamine Yamal kembali membuktikan bahwa dirinya bukan lagi sekadar talenta masa depan. Ia telah menjelma menjadi pemain kunci yang mampu menentukan arah permainan Spanyol di panggung terbesar sepak bola dunia. Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Yamal akan menjadi salah satu ikon utama Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
1 + 7 =