Berita  

Merino Cetak Sejarah, Spanyol Pecahkan Rekor dan Kembali ke Semifinal Piala Dunia Setelah 16 Tahun.

Gol dramatis pemain pengganti Mikel Merino memastikan kemenangan atas Belgia, membawa La Roja kembali ke empat besar untuk pertama kalinya sejak 2010 sekaligus memperpanjang rekor 36 laga tanpa kekalahan dan mendekati rekor dunia Itali.

banner 120x600

Konawe Selatan|porossultra.web.id– Timnas Spanyol kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026. La Roja memastikan tiket ke semifinal usai menundukkan Belgia dengan skor 2-1 pada babak perempat final. Kemenangan tersebut bukan hanya mengakhiri perlawanan Belgia, tetapi juga menghadirkan malam penuh sejarah melalui sederet rekor yang tercipta.

Pahlawan kemenangan Spanyol kembali adalah Mikel Merino. Gelandang Arsenal itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-86 menggantikan Dani Olmo ketika pertandingan masih berlangsung sengit. Hanya dua menit berselang, Merino sukses membobol gawang Senne Lammens dan memastikan kemenangan La Roja.
Peran Merino sebagai “super-sub” sebenarnya sudah terlihat pada babak 16 besar. Saat menghadapi Portugal, pelatih Luis de la Fuente kembali memasukkannya pada menit ke-85 menggantikan Dani Olmo. Enam menit kemudian, Merino mencetak satu-satunya gol yang mengantar Spanyol menang 1-0 sekaligus menyingkirkan Portugal.

Menurut data Opta, pencapaian tersebut menjadikan Mikel Merino sebagai pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol kemenangan pada dua pertandingan fase gugur yang berbeda setelah masuk sebagai pemain pengganti. Rekor itu semakin menegaskan efektivitas Merino sebagai senjata rahasia Luis de la Fuente sepanjang turnamen.

Keberhasilan menyingkirkan Belgia juga menjadi tonggak penting bagi sepak bola Spanyol. Untuk pertama kalinya sejak mengangkat trofi Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010, La Roja kembali menembus babak semifinal. Dalam tiga edisi sebelumnya, Spanyol gagal mengulang prestasi tersebut setelah tersingkir di fase grup pada 2014 serta terhenti di babak 16 besar pada edisi 2018 dan 2022.

Tidak hanya itu, kemenangan atas Belgia memperpanjang catatan impresif Spanyol menjadi 36 pertandingan internasional berturut-turut tanpa kekalahan. Torehan tersebut membuat La Roja kini hanya terpaut satu pertandingan untuk menyamai rekor dunia Italia yang mencatat 37 laga beruntun tanpa kekalahan pada periode 2018 hingga 2021. Catatan itu sekaligus menjadi bukti konsistensi luar biasa tim asuhan Luis de la Fuente yang terus tampil dominan sejak menjuarai Euro 2024.

Solidnya pertahanan Spanyol juga layak mendapat sorotan. Sebelum akhirnya kebobolan oleh Belgia di babak perempat final, kiper Unai Simón telah membukukan 609 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang legenda Italia, Walter Zenga, sejak Piala Dunia 1990. Meski rentetan clean sheet itu akhirnya terhenti, performa Simón tetap menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan La Roja melaju hingga empat besar.

Rangkaian rekor tersebut semakin menegaskan bahwa Spanyol bukan hanya menang, tetapi juga tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang Piala Dunia 2026. Kombinasi permainan kolektif, kedalaman skuad, kecermatan Luis de la Fuente dalam membaca pertandingan, serta kontribusi pemain-pemain pengganti menjadi kekuatan utama La Roja dalam perjalanan mereka menuju semifinal.

Di babak semifinal, Spanyol akan menghadapi Prancis dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026. Dengan kepercayaan diri tinggi, rekor demi rekor yang terus tercipta, serta performa yang semakin meyakinkan, La Roja kini hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk merebut kembali trofi Piala Dunia yang terakhir mereka angkat pada 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
+ 4 = 11